Hunian 68

28 February, 2013

Rahasia di Balik Wallpaper Windows XP


Mungkin Anda merasa pernah melihat gambar di bawah ini entah di mana, atau setidaknya familiar. Tentu saja karena gambar di bawah ini merupakan foto pemandangan nyata dari  wallpaper default Windows XP. Membuat gambar ini menjadi salah satu yang paling banyak dilihat orang di seluruh dunia.


Banyak orang berpikir bahwa wallpaper Windows tersebut dibuat secara digital, padahal sebenarnya gambar tersebut berasal dari foto lembah Sonoma, California. Fotografer Chuck O’Rear mengambilnya sambil mengemudi sepanjang Highway 121. Dan tentu saja dia senang atas kerjanya tersebut. Sebagai seorang fotografer, ia menerima salah satu bayaran terbesar.
Chuck O’Rear


Gambar ini diperkirakan telah dilihat dan digunakan oleh miliyaran orang, bahkan beberapa pengguna Mac. Berbicara tentang foto yang Chuck ambil melalui pagar kawat dengan kamera genggamnya, ia berkata, “Fotografer ingin menjadi terkenal karena gambar yang mereka buat.
“Saya tidak ‘membuat’ ini. Saya hanya kebetulan berada di sana pada saat yang tepat dan memotretnya.” O’Rear telah menghabiskan 25 tahun berkeliling dunia untuk National Geographic dan telah mengambil gambar di 30 negara dan setiap negara bagian Amerika Serikat.



26 February, 2013

Film Hollywood Yang Menghina Indonesia


Mungkin Terlalu kasar kalo pake kata 'menghina', mungkin lebih tepatnya film barat yang di salah satu ceritanya berbicara soal 'keburukan-keburukan' yang ada di Indonesia .... sebagian fakta, sebagian di lebih-lebihkan, namanya juga pilem, mungkin karena si pembuat pilem bukan orang Indonesia jadi gak faham dengan keadaan di Indonesia, atau .... mungkin juga karena mereka benar-benar memahami Indonesia ... Berikut Film Hollywood Yang Menghina Indonesia, yaitu :

House (Serial TV)


Film seri di Starworld. Si dokter House lagi ngobatin anak yang sakit parah banget dibilang sama si dokter, kira-kira begini, “anak sakit parah begini tinggalnya pasti di Indonesia”.


Looking For Jackie Chan


Film yang menceritakan anak Indonesia keturunan China fans berat Jackie Chan hingga akhirnya ketemu sang idola. Anak ini memiliki sikap khas Indonesia, MELANGGAR ATURAN, diantaranya saat menerobos satpam & lari dari rumah (pergi ke rumah neneknya di Beijing tapi malah ga sampe tempat).


In The God Hand


Film tentang selancar dari Hawai ke Bali. Waktu itu ada peselancar-peselancar muda dari Amerika yang nyoba semua ombak yg ada di dunia. Saat itu di Lombok/Bali, ceritanya mereka ketangkep polisi Indonesia, trus polisinya disuap dengan cara “salaman dengan nempelin duit ke tangan polisi”. Lolos deh mereka.


Lethal Weapon 4


Dalam salah satu adegannya, Danny Glover memaki-maki dengan mimik khasnya, “Kapal bodoh ini dibuat oleh seorang yang berasal dari Indonesia”. Wah, ngeselin banget ya. Ceritanya imigran China yang diselundupkan pake kapal yang diatasnamakan sebuah perusahan di Indonesia, (tapi fiktif). Coba deh perhatikan waktu Mel Gibson and the geng lagi ngobrol di markas sebelum menyerbu Uncle Benny. 'Jadi, Indonesia digambarkan sebagai negara yang selalu bikin kacau”.


The Year Of Living Dangerously


Film ini berkisah tentang seorang wartawan yang dikirim untuk bertugas di Jakarta pada tahun 1965-1966. Saat itu, Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Soekarno sedang mengalami krisis politik dan ekonomi.Tak heran, situasi Jakarta digambarkan sangat kacau, lengkap dengan embel-embel penduduk yang merana karena kelaparan. Dimeriahkan oleh akting dari Mel Gibson dan Sigourney Weaver. Syutingnya sendiri dilaksanakan di Bangkok, karena tidak di ijinkan pemerintah di Jakarta. (tanya kenapa?). Hehehe. Akibatnya meski ada beberapa dialog menggunakan Bahasa Indonesia, namun karena aktornya adalah orang Bangkok, maka ucapannya terdengar aneh di telinga. Adegan yang paling terkenal sewaktu temennya Mel Gibson, Billy Kwan (ni artis cewek cuman di film ini main jadi cowok) ngegantungin spanduk di Hotel Indonesia (ceritanya) dengan tulisan SOEKARNO FEED YOUR PEOPLE. Saat Oscar 1982, film ini menang untuk artis terbaik Linda Hunt.Fim ini gak cuman nyebutin Indonesia tapi tentang Indonesia. Jadi, dalam film ini, Indonesia digambarkan sebagai negara penuh konflik.


West Wing


Sebuah serial tv yang bersetting gedung putih, dengan tokoh Presiden Amerika fiktif President Bartlett (Martin Sheen) beserta stafnya. Salah satu episodenya menceritakan tentang kesibukan gedung putih dalam menerima kunjungan Presiden Indonesia (tentu fiktif juga) namanya Siguto (mungkin maksudnya Sugito, hahaha). Dari awal film ini Indonesia terus dijelek-jelekkan, sehingga sempat bikin kesel waktu nonton (hehehe), masa ada kalimat begini yang diucapkan seorang staf gedung putih kepada seorang staf gedung putih lainnya: “Hati-hati jangan bikin orang indonesia tersinggung, atau kepalamu akan dipenggal dan diarak keliling kota”. Staff yang memperingatkan itu bilang dia lihat di internet, trus staff yang satu lagi enggak percaya.

Jadi untungnya yang nonton West Wing juga emang gak diarahkan untuk percaya kalo Indonesia seprimitif itu. Belum lagi informasi yang salah tentang Indonesia. Digambarkan juga bahwa orang Indonesia adalah bangsa yang bodoh dan tak bisa berbahasa Inggris. Trus, ceritanya presiden Indonesia datang (dan lagi-lagi berwajah Jepang) namun gerak-gerik dan tata bahasanya mengingatkan kita sama presiden Gus Dur (Hehehe, gak tau sengaja apa enggak). Si pemeran bapak dan ibu Siguto sebagai Presiden R.I. ini cuman kebagian disorot dari belakang, yang penampilannya jadul abisss. Pak Presiden pake peci, istrinya pake kebaya dan dikonde hehehe. And mereka sipit bangetss, mungkin cari muka melayu susah, jadi sutradara menyamaratakan orang Asia gitu aja. Diceritain disini staff gedung putih kebingungan nyari translator karena mereka bilang Indonesia speaks in 300 different languages, dan dibilang kita gak punya bahasa Nasional. Disini ngaconya! Tambahan lagi staff Indonesia itu ceritanya orang Batak, dan kacaunya lagi namanya: Rahmahidi Sumahijo Bambang (lucunya waktu tuh bule ngucapin nih nama), mana nama bataknya? Kayaknya gak pernah denger ada orang Batak namanya Rahmahidi Sumahijo, orang Jawa aja kayaknya ga ada.

Ketika Presiden sedang konferensi pers, para stafnya pun melakukan pertemuan informal dan mereka pusing nyari translator karena ada 1 orang yang bisa Bahasa Batak, dan dia orang Portugis, tapi tuh orang ga bisa Bahasa Inggris, jadi di film ini ceritanya mereka nyari 2 orang akhirnya buat translate Inggris->Portugis, Portugis-> Batak. Mereka berusaha menjelaskan jika mereka akan membantu perekonomian Indonesia dengan syarat beberapa tahanan politik dibebaskan. Untungnya, ending film ini bagus. Ketika mereka bersusah payah berbicara Batak dan Portugis, tiba-tiba, staf indonesia yaitu si Bambang ini (yang ini mukanya emang melayu..ga tau apa Indonesia beneran..) itu bicara bahasa Inggris dan memaki-maki para staf gedung putih “Anda pikir kami bangsa yang bodoh?! Anda pikir kami tak tahu anda anggap apa bangsa kami dan apa anda pikir kami tak bisa berbahasa Inggris? Kami mengerti semua perkataan anda bahkan arah pidato presiden anda kami sangat paham. Tapi kami bangsa yang berdaulat. Jangan mentang-mentang anda negara kuat seenaknya saja mengatur kebijakan dalam Negeri kami. Urus saja urusan dalam negeri Anda. Dan satu hal, daripada kami mengikuti kemauan Anda, lebih baik kami tak usah dibantu sama sekali”. Bagus banget endingnya.

Sayang cuma di film ya…  :)


The Silence Of The Lambs


Dalam film yang thriller psikologi yang dibintangi Jodie Foster ini ada adegan dimana di sweater orang yang diculik kanibal itu tertulis “MADE IN INDONESIA”. Apakah image Indonesia sudah sebagai negara yang banyak penculikan atau karena kita produsen tekstil?


Sony Resmi Perkenalkan PS4



Sony secara resmi mengangkat tirai penutup PS4 dalam acara New York City hari ini. Membuktikan kepada para jurnalis, pengembang, dan kepada dunia bahwa rumor dan lelucon terbesar mereka tentang PS4 kini telah dihadirkan dalam sebuah kenyataan.
Konsol sama sekali tidak diperlihatkan oleh Sony dalam pertemuan yang berdurasi 2 jam tersebut, kita masih harus menunggu sampai musim liburan 2013. Peristiwa ini menandakan pengenalan sistem besar pertama bagi perusahaan yang berbasis di Jepang ini sejak PS3 diluncurkan pada tahun 2003.
Beberapa menit setelah acara jajak pendapat berjalan, akhirnya Sony Andrew House mengumumkan apa yang kita harapkan selama ini, kemudian Mark Cerny, arsitek pemimpin sistem, mengambil waktu dan tempat untuk mengungkap spesifikasi konsol.
Sony yang turut bekerjasama dengan para pengembang game, peserta dan pemirsa yang mencoba sejumlah judul game, kemungkinan akan cukup banyak membawa judul game yang ke konsol PS3.
Waktunya bermain
Mari lihat lebih dalam konsol tersebut: Konsol menggunakan prosesor delapan core, CPU AMD Jaguar x86-64. Membenamkan memori GDDR5 sebesar 8GB yang terpadu dan berkecepatan tinggi, sebuah PC GPU  “sangat maju” dengan “potensi jangka panjang yang luar biasa”.
Prosesor dibuat oleh AMD dan disebut sebagai “generasi selanjutnya dari mesin grafis Radeon” dalam siaran pasca-konferensi pers, menawarkan kemampuan menghitung 18 unit yang bersama-sama menghasilkan kekuatan pemrosesan 1.8 TFLOPS.
Kita juga akan melihat dukungan Blu-ray dan DVD di PS4, termasuk HDMI, Analog-AV, dan output digital optik.
Sony juga telah memasukkan chip kedua yang difungsikan khusus untuk upload dan download judul game, terlepas dari apakah sistem aktif atau nonaktif.
Dalam fungsionalitas, Sony memasukkan fitur suspend dan resumeyang dapat diakses dengan hanya menekan satu tombol power, membantu menghilangkan lag saat boot.
Pengguna dapat men-download  atau meng-upload permainan di balik layar, dan ini terbukti membantu. Dan Sony mengambil langkah agar pengguna tetap bisa bermain game sementara judulgame lain sedang loading.
Dibekali kamera  seperti Kinect, PlayStation 4 Eye berisi dua kamera dengan lensa wide-angle, mampu mengambil gambar 85 derajat diagonal. Piksel 1280x800 ternyata dapat memotong gambar pengguna yang ada di belakang dan  untuk mengenali wajah pengguna yang didepannya, karena untuk login ke konsol mereka menggunakan fungsi pengenalan wajah, sementara suara-suara dan gerakan-gerakan dapat berinteraksi dengan permainan dan menjadikannya lebih “lebih intuitif”.
Kami juga diperkenalkan pada kontroler baru DualShock 4 dengan fungsi touchpad yang dikemas khusus untuk sistem baru ini.
Sony mengatakan PS4 Eye dapat merasakan warna cahaya dari light bar pada kontroler dimana ini untuk memposisikan pemain-pemain yang berada dalam ruangan, dan mereplikasikan mereka di layar setelah merasakan lokasi mereka.
Sayangnya butuh waktu beberapa bulan lagi untuk kita benar-benar merasakan spesifikasi dan fitur ini dengan baik, namun Sony telah memberi kita sesuatu untuk bekal pengalaman ber-gaming kita di masa depan.

 

Subscribe to our Newsletter

Contact our Support

Email us: info@bdp.co.id

Tlp: (021) 5365 5163

Our Team CS